10 Strategi Ampuh Membangun Personal Branding di Media Sosial

strategi cara ampuh dalam membangun personal branding

Berdasarkan data terbaru, ada sekitar 167 juta pengguna media sosial di Indonesia dan 2,9 triliun pengguna aktif di seluruh dunia setiap bulannya. Fakta ini menjadi alasan mengapa kamu harus perlu mengetahui Strategi Ampuh Membangun Personal Branding di media sosial.

Diantara para pengguna aktif tersebut, ada perekrut kerja, calon klien, dan orang-orang yang berpotensi untuk menjadi konsumen suatu produk dan jasa. Dijaman kemudahan teknologi ini, kamu bisa dengan mudah terhubung dengan orang dari berbagai penjuru dunia ketika kamu mulai fokus dalam membangun personal branding kamu

Orang bisa menilai seperti apa karakter dan kepribadian kita hanya dari melihat jejak digital kita di dunia maya. Dari status, kegiatan, dan apapun yang kita bagikan di media sosial.

Apa Itu Personal Branding?

Branding berasal dari kata brand yang jika diterjemahkan dalam bahasa Inggris berarti merek. Membangun Personal branding sendiri secara umum dapat diartikan sebagai upaya membangun citra diri dalam rangka mempromosikan diri sendiri untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain.

Personal branding juga bisa disebut sebagai proses membangun pencitraan diri. Ada yang terbentuk secara alami (natural) dan juga sengaja dibentuk (by design).

Misal, sesorang yang hobinya olahraga, sering memposting kegiatan fitness dan makan sehat. Sehingga, secara tidak sengaja banyak orang menilai dia sebagai orang yang bisa menjadi inspirasi untuk hidup sehat.

Lalu bagaimana dengan personal branding buatan (by design)? Misal, seorang yang berprofesi sebagai pelatih fitness, dia dapat dengan sengaja membagikan kegiatannya bersama klien atau diri sendiri untuk bahan portofolio. Ada pula yang sengaja menyewa fotografer untuk mendapatkan gambar atau video yang bagus. Kita bisa menyebut ini sebagai cara dalam membangun pencitraan.

Apa Manfaat Personal Branding?

Jelas, manfaat membentuk citra diri di media sosial dapat membantu kita mengembangkan karir, membangun relasi bisnis, menambah pengikut atau customer, dan sebagainya. Dengan semakin banyaknya saingan baik dalam dunia kerja maupun bisnis, membangun personal branding bisa membantu membuat kita menonjol. Bahkan ketika kita melakukan posting di job portal seperti pandustar.com, maka akan terlihat lebih menarik bagi para pencari kerja.

Jika kamu berfikir, nilai akademis dan segudang pengalaman yang tertulis di surat lamaran itu sudah cukup, kamu ketinggalan jaman. Sebab, mungkin ada yang 1001 orang yang memiliki isi proposal yang sama dengan kamu. Salah satu yang membuat kamu menonjol adalah keunikan karakter yang kamu bangun. Salah satunya melalui media sosial.

10 Strategi Ampuh Membangun Personal Branding di Media Sosial

Mungkin kamu sudah sering mendengar mengenai personal branding ini. Tetapi sebenarnya butuh strategi yang tepat untuk membangun citra yang baik di media sosial. Berikut adalah 10 langkah yang bisa kamu ikuti.

Identifikasi Diri

Langkah pertama dalam membangun personal branding di media sosial adalah mengidentifikasi diri. Kenali diri sendiri, kemampuan, hobi, passion, latar belakang pendidikan, keahlian apa saja yang kamu miliki, termasuk kelebihan dan kekurangan.

Misal, kamu memiliki latar belakang sebagai lulusan psikologi dan sangat tertarik dengan dunia anak dan pendidikan. Memiliki hobi di bidang musik dan bisa memainkan gitar dan bernyanyi dengan baik.

Tentukan Personal Brand Kamu

Setelah kamu mengenali potensi apa saja yang kamu miliki, selanjutnya adalah menentukan tujuan jangka panjang. Misal, kamu ingin kedepannya orang mengenal kamu sebagai seorang psikolog atau terapis anak profesional yang memiliki karakter ceria, sabar, mudah beradaptasi, dan senang mempelajari hal baru.

Tentukan Target Audiensi

Ada beragam orang dengan kebutuhan dan masalah yang berbeda. Strategi membangun personal branding berikutnya adalah menentukan audien.

Meskipun kamu memiliki banyak bakat dan keahlian, kamu harus menentukan audien yang spesifik. Hal ini agar tujuan pemasaran diri kamu tepat sasaran.

Sebagai contoh, dengan personal brand sebagai sebagai seorang psikolog yang memiliki passion dengan dunia anak, target utama kamu diantaranya orang tua, Sekolah taman kanak-kanak, dan sebagainya. Target audien kamu juga mungkin bagian HRD sebuah perusahaan.   

Memilih Platform Media Sosial

Setiap platform media sosial memiliki keunikan tersendiri berkaitan dengan pengguna. Sebuah platform mungkin memiliki persentase pengguna laki-laki usia produktif lebih banyak di banding pengguna wanita. Sementara platform yang lain di dominasi oleh kaum wanita usia 18-50 tahun sebagai pengguna aktif.

Dengan adanya perbedaan persentase jenis pengguna aktif sebuah media sosial ini, kamu bisa menentukan platform mana saja yang paling sesuai. Misal, target audien kamu adalah laki-laki maupun perempuan usia 25 – 65 tahun. Maka, memilih media sosial yang 90% pengguna aktifnya adalah anak muda dibawah 25 tahun merupakan strategi yang kurang efektif.

Mengoptimalkan Profil Personal Branding Kamu

Ketika orang pertama kali menemukan akun media sosial kamu, yang biasanya ingin mereka cek pertama kali adalah bagian profil. Dari mulai foto, biodata, kontak, dan sebagainya. Oleh sebab itu, mengoptimalkan bagian profil dan memberikan kesan pertama yang baik merupakan suatu yang sangat penting.

Strategi Konten dalam Membangun Personal Branding

Di langkah efektif membangun personal branding sebelumnya, kamu sudah mengidentifikasi audien dan berbagai kebutuhan serta masalah yang mereka hadapai. Hal ini bisa menjadi acuan untuk membuat konten untuk dibagikan di media sosial.

Sebagai contoh, kamu sudah menentukan personal brand sebagai seorang psikolog anak professional. Maka, kamu bisa membagikan konten kamu ke media sosial mengenai tips mengatasi balita tantrum, tempat liburan yang ramah anak, dan sebagainya.

Sebaiknya konten tersebut bervariasi. Tidak melulu mengenai tips, tetapi bisa juga kegiatan pribadi. Misal, liburan bersama anak, bernyanyi atau memasak bersama keponakan, dan kegiatan lain yang positif yang bisa menguatkan karakter kamu. Hal ini juga agar personal branding yang kamu bangun terlihat natural.

Konsisten Membangun Personal Branding

Konsisten adalah kunci meraih kesuksesan dalam hal apapun. Termasuk dalam membangun personal branding di media sosial. Membagikan banyak konten yang bagus dalam satu waktu, lalu kemudian pasif dalam jagkan waktu lama, merupakan hal yang kurang baik.

Sebaiknya, buatlah jadwal tertentu untuk memposting konten. Tidak harus tiap hari, cukup 2 atau 3 kali dalam seminggu pun sudah baik. Yang terpenting adalah konsisten. Memposting terlalu banyak konten dalam rentang waktu tertentu juga tidak bagus. Hal ini bisa membuat audien bosan atau malah terganggu.

Bangun Koneksi

Selain menggapai audien yang potensial, membangun relasi dengan orang-orang yang seprofesi, memiliki passion yang sama, dan para ahli juga tidak kalah penting. Terhubung dengan pemimpin perusahaan, para ahli, dan orang-orang penting bisa membuat kamu terinspirasi dan mengembangkan karir lebih baik lagi.

Menjaga hubungan baik dengan audien

Apalah artinya memiliki profil yang baik, pengikut yang banyak, konten yang menarik, jika kamu tidak pernah membalas komentar mereka, menjawab pesan, dan sebagainya. Mereka akan berfikir kamu tidak nyata atau AI.

Meluangkan waktu membalas pertanyaan atau menanggapi komentar audien tidak hanya bisa menjaga hubungan baik, tetapi juga bisa menjadi bahan analisa. Dari pertanyaan yang berasal dari audien misalnya, kamu jadi tahu masalah dan kebutuhan mereka.

Menjadi Diri Sendiri

Apakah membangun personal branding di media sosial berarti menciptakan kepribadian palsu? Konsep yang benarnya tidak seperti itu. Membangun citra diri berarti kita hanya memperkuat hal-hal tertentu yang memang sudah kita miliki sehingga lebih menonjol bagi audien.

Tentu akan sangat melelahkan apabila kita membentuk citra baru yang palsu dan harus berpura-pura. Makanya, di tahap paling awal, ada langkah identifikasi diri. Mengenal potensi diri sendiri dan kelemahan. Lagi pula, audien juga bisa menilai mana kepribadian yang di buat-buat dan mana yang alami.

Mungkin ada karakter atau kemampuan yang sebenarnya tidak terlalu kuat diawal, tetapi perlu menonjol dalam proses membangun citra diri ini. Selama proses personal branding ini kamu bisa mengasah karakter tersebut. Sehingga pada akhirnya, hal tersebut bukan lagi menjadi sesuatu yang di ada-adakan. Tetapi dengan seiringnya waktu, akan menjadi bagian dari diri kamu.